
Kelapa sawit
Tanaman perkebunan skala besar 57.000 hektar. Tidak cocok untuk pekarangan atau coba-coba.
SulitRingkasan
- Lama sampai panen
- 2,5-3 tahun setelah bibit ditanam di lahan
- Sinar matahari
- Penuh, tanpa naungan
- Waktu tanam
- Tanam di awal musim hujan. Butuh hujan merata sepanjang tahun, sekitar 2.000 mm atau lebih per tahun.
- Tempat menanam
- Lahan luas 57.000 hektar
- Media tanam
- Tanah subur dan berdrainase baik, contoh : dataran rendah bekas kebaran.
- Wadah
- Jarak antar pohon sekitar 9 m (sekitar 130-143 pohon per hektare)
- Penyiraman
- Mengandalkan hujan, bibit muda disiram saat kemarau
- Pupuk
- Dosis bergantung umur tanaman dan kondisi tanah.
Yang perlu disiapkan
Centang yang sudah kamu punya. Harga hanya perkiraan dan bisa berbeda di tempatmu.
Cara menanam
- Mulai dengan bertanya ke dinas perkebunan setempat tentang izin dan pendaftaran kebun (STDB) yang diperlukan.
- Siapkan lahan tanpa membakar. Membuka lahan dengan cara dibakar dilarang, begitu pula membuka hutan atau lahan gambut.
- Beli bibit bersertifikat dari penangkar resmi. Bibit asal-asalan membuat hasil rendah selama puluhan tahun.
- Tanam dengan jarak sekitar 9 m di awal musim hujan, lalu pupuk dan rawat sesuai anjuran penyuluh.
- Bersihkan gulma di sekitar pangkal pohon dan jaga saluran air lahan.
Jadwal perawatan
Jadwal dihitung dari tanggal bibit (umur sekitar 12 bulan dari pembibitan) ditanam di lahan.
- Hari ke-0: Tanam bibit di lahanAwal musim hujan
- Bulan ke-3: Pupuk pertama dan bersihkan piringanSesuai anjuran penyuluh
- Bulan ke-12: Periksa hama dan penyakitTerutama kumbang tanduk pada pohon muda
- Tahun ke-2: Tanaman belum berbuahTerus pupuk dan rawat
- Tahun ke-2,5: Panen pertamaBuah masak ditandai buah (brondolan) mulai lepas dari tandan
- Tahun ke-3: Panen rutinPanen berkala, sekitar tiap 1-2 minggu
Masalah yang sering muncul
Pucuk atau pelepah muda rusak dan terpotong
Penyebab: Serangan kumbang tanduk pada pohon muda.
Yang bisa dilakukan: Bersihkan batang sawit atau kelapa yang membusuk di kebun (tempat kumbang bertelur), dan minta penyuluh mengajarkan pengendalian yang tepat.
Daun habis dimakan ulat dalam jumlah besar
Penyebab: Ulat api atau ulat kantong.
Yang bisa dilakukan: Segera lapor ke penyuluh atau dinas perkebunan. Serangan bisa meluas dalam hitungan hari.
Pangkal batang membusuk dan pohon mati perlahan
Penyebab: Kemungkinan penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma).
Yang bisa dilakukan: Tidak ada obat yang mudah. Minta penyuluh memeriksa, dan jangan menanam ulang di titik yang sama tanpa anjuran.